tunggal, tebal, lonjong–oval, dan hijau mengilap. Bunganya malai besar, ungu atau
merah muda dengan kelopak berkerut, sedangkan buahnya keras berbentuk kapsul
bulat yang pecah saat matang dan berisi banyak biji kecil.
d) Ciri Khas
➢ Memiliki bunga berwarna ungu atau merah muda dengan kelopak berkerut
seperti kertas.
➢ Kulit batang berwarna cokelat keabu-abuan dan sering mengelupas tipis.
➢ Daun tebal, lonjong, dan mengilap dengan warna hijau cerah.
➢ Tajuk pohon rimbun dan memberikan banyak naungan.
➢ Berbunga sangat lebat pada musim kemarau hingga tampak mencolok dari
jauh.
e) Perkembangbiakan
Pohon bungur lilin (Lagerstroemia speciosa) berkembang biak secara
generatif dan vegetatif. Perkembangbiakan generatif terjadi melalui biji yang
dihasilkan dari buah berbentuk kapsul. Ketika buah matang, kapsul akan pecah dan
melepaskan biji-biji kecil yang kemudian tersebar oleh angin atau jatuh di sekitar
pohon induk. Selain melalui biji, bungur lilin juga dapat diperbanyak secara
vegetatif, misalnya dengan cara stek batang atau cangkok. Metode cangkok sering
dipilih karena mampu menghasilkan tanaman baru yang memiliki sifat sama dengan
induknya serta lebih cepat berbunga.
f) Habitat/Lokasi
Bungur ditemukan tersebar di Filipina, Thailand, Indonesia, dan Jepang.
Selain itu,Bungur dapat ditemukan di hutan jati, baik di tanah gersang maupun di
tanah subur hutan heterogen berbatang tinggi. Kadang-kadang, bungur ditanam
sebagai pohon hias atau pohon pelindung di tepi jalan. Di Jawa, bungur dapat tumbuh
sampai ketinggian 800 m dpl.
g) Catatan Hasil Pengamatan
Pohon yang diamati memiliki tinggi sekitar 6–10 meter dengan batang tegak
dan kulit batang sedikit mengelupas. Daun terlihat tebal dan hijau mengilap. Terlihat
beberapa malai bunga berwarna ungu yang mulai mekar. Di bawah pohon terdapat
buah kering berbentuk kapsul. Lingkungan sekitar terasa teduh karena tajuk pohon
cukup rimbun. Beberapa serangga, seperti lebah dan kupu-kupu, tampak mendekati
bunga.
h) Interaksi yang teramati
Bunga bungur yang berwarna mencolok menarik serangga penyerbuk seperti
lebah, kupu-kupu, dan kumbang yang membantu proses penyerbukan. Daunnya juga
menjadi tempat hinggap atau makanan bagi beberapa jenis serangga herbivor. Selain
itu, pohon ini memberikan naungan dan tempat bertengger bagi burung serta hewan
kecil lainnya. Bungur lilin juga berinteraksi dengan lingkungan abiotik, misalnya
membantu mengurangi suhu melalui keteduhan dan menahan air hujan dengan
tajuknya
i) Manfaat dan Peranan Ekologis
Pohon bungur lilin bermanfaat sebagai peneduh karena tajuknya yang rimbun
dan mampu membantu menyerap polusi sehingga lingkungan menjadi lebih sehat.
Bunganya yang indah menambah nilai estetika, membuatnya sering dijadikan
tanaman hias. Kayunya dapat digunakan untuk bahan bangunan ringan, sementara